Teknik Fotografi Makanan Untuk Menampilkan Kelebihan Sajian

Ketika kita berselancar di sosial media, baik di Instagram, Facebook, Twitter atau bahkan Youtube, pasti sering melihat beberapa akun yang memang secara sengaja share foto dari makanan yang mereka buat.

Terkadang, foto makanan yang mereka tampilkan seolah berhasil menonjolkan citarasa dari makanan tersebut. Kok bisa ya? Nah, pada pembahasan sebelumnya kita sudah sedikit membahas mengenai Fotografi Makanan; Pengertian, Asal Usul dan Tips Pengambilan Gambarnya.

Pada artikel itu, sudah kita singgung mengenai bagaimana awal mulai fotografi makanan berkembang dan juga sedikit tips tentang cara pengambilan gambar fotografi makanan.

Nah, pada kesempanan ini, akan kita bahas lebih lanjut beberapa teknik fotografi makanan, mulai dari konsep dan apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah makanan menjadi hidup dalam sebuah gambar dan memiliki daya tarik tersendidi. Baca terus ya.

Tentukan Konsep

Teknik pertama yang perlu diperhatikan sebelum mengambil foto makanan yaitu konsep. Benar, seperti banyak project pada umumnya, dalam fotografi makanan juga diperlukan sebuah konsep untuk menentukan bagaimana sbeuah masakan harus diambil gambarnya.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan konsep fotografi makanan yaitu memperhatikan komponen yang dibutuhkan untuk menunjang makanan tersebut, seperti alat makan mulai dari garpu, sendok hingga piring dengan penataan sempurna.

Tata Makanan Sedemikian Rupa

Teknik fotografi makanan selanjutnya yaitu melakukan penataan makanan. Penataan ini bertujuan untuk menonjolkan sisi sisi makanan agar terlihat lezat dan memukau.

Penataan pada makanan ini adalah hal yang sangat penting, karena meskipin mengugnakan alat yang canggih namun makanan tidak ditata, maka akan menjadi percuma. Maka dari itu, harus dipastikan dengan baik bahwa sebelum mengambil gambar makanan, semua bahan dan sajian sudah tersedia dengan rapi dan tidak berantakan.

Bermain dengan Cahaya

Seperti mengambil gamabr pada umumnya, salah satu teknik fotografi makanan yaitu mengatur kondisi cahaya agar tercukupi. Disini yang harus dipastikan yaitu ruangan yang digunakan memiliki pencahayaan yang cukup, baik dari lampu ataupun sumber cahaya lain.

Tapi, ada salah satu tips yang perlu kalian ketahui yaitu, untuk menambil gambar makanan, alangkah baiknya menggunakan pencahayaan alami, misalnya dengan memilih lokasi pemotretan dekat dengan jendela atau tempat lain yang mempunyai celah untuk cahaya masuk di dalamnya.

Siapkan Backgound Untuk Makanan

Teknik fotografi makanan lain yang bisa diterapkan yaitu dengan menambahkan Background yang sesuai dalam pengambilam gambar. Pastinya, jangan menggunakan background yang rame dan menganggu fokus audience terhadap makanan yang akan ditonjolkan.

Perlu juga diperhatikan mengenai pemilihan warna, utamanya memilih warna yang senada dengan makanan. Jika tidak ingin susah, gunakan saja warna netral yang banyak tersedia, seperti warna putih, hitam maupun abu-abu.

Perhatikan Bahan Makanan

Faktor utama yang mempengaruhi dalam pengambilan fotografi makanan adalah makanan itu sendiri. Maka perlu diperhatikan juga untuk menampilkan bahan makanan yang digunakan dalam proses pembuatan makanan.

Harus diperhatikan bahwa jangan sampai ada sedikit celah atau cacat pada buah dan sayuran yang digunakan. Pastikan juga bahwa makanan yang akan difoto mememiliki tingkat kematangan yang pas, tidak terlalu gosong dan juga tidak terlalu lembek.

Gunakan Diafragma, Shutter Speed dan ISO

Dalam buku yang berjudul Food Photography Karya Herry Tjiang dijelaskan bahwa salah satu teknik fotografi yang biasa digunakan saat mengambil gambar makanan yaitu menggunakan diafragma besar. Hal ini akan menghasilkan DoF yang sempit dan akan membuat ujung piring menjadi tidak fokus sehingga makanan akan terlihat lebih tajam.

Caranya yaitu dengan menggunakan tripid untuk mengambil gambar dan digabungkan dengan penggunaan shutter speed rendah namun juga tidak terlalu over exposure. ISO yang bisa digunakan dalam teknik fotografi makanan berkisar antara 100 hingga 400. Namun, hasli terbaik biasanya diperolhe ketika menggunakan ISO 100 loh.

Gunakan Lensa Makro atau Fix

Teknik lainnya yaitu menggunakan lensa makro atau FIx, namun untuk pengambilan gambar makanan, maka kita harus tetap menyediakan tripd untuk membantu proses pengambilan gambar. Kenapa harus lensa makro? Karena dengan lensa ini, detail makanan akan tampak lebih jelas. Sementara lensa Fix digunakan untuk menambil detail gambar secara menyeluruh.

Jadi, sebagai seorang fotografer, kita harus bisa mengaplikasikan lensa dan kamera sesuai dengan konsep dan hal yang ingin ditonjolkan oleh makanan.

Menyesuaikan White Balance

Hal lain yang juga tidak kalah penting dalam pengambilan gambar makanan adalah mengatur White Balance. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengubah warna makanan ketika gambar diambil.

Pengambilan gambar yang dilakukan di studio akan lebih mudah dilakukan, namun jika pemotretan dilakukan di luar studio, kita tetap harus tahu sumber cahaya yang digunakan, sehingga ketika akan berangkat sudah siap dengan peralatan apa saja yang akan dibawa nantinya.

Mempelajari Teknik Pencahayaan

Selain memahami tentang cahaya, sebagai fotografer juga perlu mempelajari teknik pencahayaan dalam mengambil sembuah gambar. Secara singkat, teknik pencahayaan yang biasa dugunakan ada 5 yaitu Pencahayaan High Key, Pencahayaan Low Key, Pencahayaan Front Light, Pencahayaan Side Light dan juga Pencahayaan Top Light.

Pencahayaan High Key yaitu sebuah proses memberikan cahaya yang terang dan cenderung dekat dengan objek makanan yang akan diambil fotonya sehingga bayangan tidak terlihat. Cahaya yang digunakan untuk High Key bisa berasal dari cahaya alami maupun cahaya buatan.

Pencahayaan Low Key secara sederhana yaitu kebalikan dari pencahayaan high key, dimana teknik ini mengurangi sebuah cahaya sehingga memunculkan bayangan pada objek makanan yang akan diambil. Untuk dapat menggunakan teknik ini, perlu sebuah tempat dengan cahaya yang rendah. Teknik ini bertujuan untuk menonjolkan bagian tertentu pada makanan.

Pencahayaan Front Light yaitu menempatkan cahaya tepat di depan sebuah objek makanan yang akan diambil gambarnya. Fungsinya agar cahaya fokus kepada bagian depan makanan. Teknik ini digunakan untuk menampilkan warna yang ada pada sebuah makanan agar terlihat lebih menonjol dan cerah.

Pencahayaan Side Light adalah sebuah teknik yang sering digunakan oleh banyak fotografer profesional. Caranya yaitu dengan meletakkan cahaya di samping objek makanan yang akan diambil gambarnya. Teknik ini membuat bayangan akan muncul di sisi yang lain dan akan menonjolkan tekstur pada makanan tersebut.

Pencahayaan Top Light adalah teknik pencahayaan yang berbeda dari 4 teknik sebelumnya, jika yang lain meletakkan cahaya dari arah samping, maka teknik ini meletakkan cahaya tepat berada di atas makanan itu sendiri. Teknik ini biasanya akan memunculkan tekstur dan warna makanan secara lebih jelas.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai teknik fotografi makanan yang bisa kalian pelajari di rumah, intinya yaitu sebagai fotografer, kita harus selalu belajar dan terus berlatih sesering mungkin untuk dapat memahami sebuah objek.

Cukup sekian yang bisa saya tuliskan, semoga bermanfaat yaa.

Tinggalkan komentar