Sejarah Fotografi dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah Fotografi dan Perkembangannya di Indonesia

Richardbondphotography.com – Saat ini kita bisa melihat banyak sekali orang yang mengambil foto menggunakan smartphone, DSLr hingga mirrorless. Semua alat itu sudah sangat canggih dan memiliki banyak variasi.

Namun, pernahkah kita berfikir bagaimana sejarahnya foto dan fotografi bisa muncul? Apakah dia tiba tiba ada atau dirancang oleh seseorang yang jenius? Nah, untuk itu kita akan membahasnya disini.

Perkembangan dan sejarah fotografi sudah dikenal jauh loh, yaitu sekitar abad 1000 Masehi dan terus berkembang hingga zaman modern ini. Sebelum membahas semua itu, kita akan melihat lebih dulu apa sih pengertian fotografi?

Pengertian Fotografi

Sejarah pengertian fotografi diambil dari kata awal foto yang memiliki makna cahaya dan kata grafis yang memiliki makna gambar. Secara mudah, fotografi bisa dikatakan sebagai sebuah teknik meluki dengan menggunakan cahaya.

Fotografi juga bisa dikatakan sebagai gabungan sebuah ilmu, teknologi dan sudut pandang seni. Dimana ketika tiga hal tersebut dipadukan bisa menghasilkan sebuah karya yang bisa membuat orang takjub dan bergumam.

Tentu saja untuk bisa membuat orang bergumam dengan foto yang kita ambil, harus dengan skill dan memiliki sentuhan seni tersendiri agar foto memnjadi berarti.

Sejarah Fotografi 

Berbicara tentang fotografi berarti kita sedang membicarakan sebuah teknik untuk menghasilkan sebuah gambar yang tahan lama yang terbentuk melalui reaksi kimia dimana ketika cahaya menyentuh permukaan yang telah disiaplan sebelumnya.

Nah, tentu saja ada beberapa nama dan tokoh yang turut memberikan kontribusi terbentuknya perkembangan fotografi hingga masa modern ini. Yuk kita bahas.

Masa 1000 Masehi

Pada awal masa ini, terdapat sebuah nama al Hazen, orang arab yang menuliskan dalam catatannya bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati lubang kecil.

Argumentasi inilah yang menjadi argumen penting untuk perkembangan fotografi di masa setelahnya.

Masa 1400 Masehi

Selanjutnya, pada sekitar tahun 1400 Masehi, tokoh terkenal yaitu Leonardo da Vinci menuliskan hal yang sama dengan argumen Al Hazen. 

Namun,Battista Della Porta dalam bukunya Camera Obscura juga menuliskan hal yang samadan dianggap sebagai penemu prinsip kerja kamera.

Masa Awal Abad 17 Masehi

Pada Tahun ini, seorang tokoh berkebangsaaan Italia Angelo Sala menemukah sebuah teori yang sudah dia uji bahwa jika sebuk nitrat terkena cahaya akan menjadi warna hitam.

Sebuah uji coba yang dipraktekkan pada waktu itu membuatnya berhasil merekam gambar-gambar yang tidak bertahan lama. Namun, masalah yang dimiliki oleh Angelo Sala yaitu belum menemukan tahap akhir bagaimana sebuah gambar yang dia rekam bisa menjadi permanen.

Tahun 1727 Masehi

Johan Heinrich Schuize seorang profesor farmasi dari salah satu universitas di Jerman menemukan semua pola dengan percobaan Angelo Sala sebelumya.

Johan memastikan bahwa perak nitrat berubah menjadi warna hitam karena terkena oleh cahaya dan bukan oleh panas. Namun, apa yang dilakukan Johan pada waktu itu bukan percobaanyang berhubungan dengan proses fotografi.

Masa Tahun 1800 Masehi

Pada tahun ini, dikenal sosok yang bernama Thomas Wedgwood yang merupakan orang inggris. Dia melakukan eksperimen untuk merekam sebuah gambar positif dari citra yang telah dilalui oleh lensa pada sebuah kamera obscura yang pada saat ini juga disebut sebagai kamera.

Namun percobaan pada tahun itu membuahkan hasil yang sangat mengecewakan. Hingga akhirnya dia lebih berkonsentrasi seperti apa yang dilakukan Schuize untuk membuat gambar negative pada kulit atau kertas putih yang sudah dilapisi oleh komponen perak kemudian disinari dengan menggunakan cahaya matahari.

Selanjutnya pada tahun 1824 Joseph Nieephore Niepee setelah melalui proses penyempurnaan yang panjang berhasil membuat sebuah gambar permanen pertama yang dinakaman FOTO.

Perkembangan Fotografi di Indonesia

Sejarah perkembangan fotografi di Indonesia juga sudah berjalan sejak sekitar awal abad 20. PErkembangan ini dimulai dengan nama Kassian Cephas yang lahir di Yogyakarta pada 15 Januari 1845. Dia banyak diakui sebagai fotografer pertama Indonesia.

Kassian Cephas pada waktu itu juga tinggal dan memiliki studio di Yogyakarta dan menjadi ‘pemotret resmi’ Keraton Yogyakarta. Selain Kassian Cephas, ada juga nama Ansel Adam seorang fotografer dari Amerika terbesar pada awal abad 20.

Ansel adam tidak hanya dikenal melalui karya fotografinya, tapi juga kontribusi dan dedikasinya dalam dunia Pendidikan fotografi . Ansel Adam dan temannya Fred Archer lah yang pada tahun 1940-an memperkenalkan sebuah metode yang dikenal dengan nama Zone System.

Zone System yang dimaksuk adalah proses terencana yang dilakukan dalam pengambilan foto. Mulai dari pra-visualisasi dan dilanjutkan dengan melakukan kalkulasi pencahayaan secara tepat hingga pemrosesan film secara akurat.

Proses tersebut membuahkan hasil akhir sebuah negative foto yang primas sebagai sebuah pondasi utama untuk membuat cetakan foto yang memiliki kualitas maksimal.

Pada masa reformasi tahun 1988, ketika Indonesia mulai bebas dari cengkraman Orde Baru dan masyarakat memiliki ruang gerak yang luas. Terjadi beberapa perubahan besar termasuk pada bidang fotografi.

Perubahan ini terjadi karena penguasa pada waktu itu tidak bisa memanfaatkan kekuasaan karena masyarakat atau rakyat juga sekarang memiliki kekuasaan dan kekuatan menjatuhkan pemerintahan jika dirasa merugikan.

Fotografi pada masa reformasi mulai terlihat sebagai karya yang murni karena terbebas dari ketakutan akan tekanan pemerintahan orde baru.

Era reformasi ini membuat para fotografer bisa memperlihatkan karya idealis yang mereka hasilkan melalui pameran-pameran secara umum.

Secara umum perkembangan fotografi di Indonesia tidak mencakup dalam perkembangan teknologi yang menimbulkan perubahan secara signifikan bagi dunia. Namun, fotografi di Indonesia lebih kepada penerapan teknik dan bersifat konsumtif.

Kembali pada tahun 1857, dimana ada dua orang fotografer yang membuka studio foto di Harmonie Batavia yaitu Woodburydan Page yang masuk ke Indonesia tepat setelah 18 tahun Daguerre mengumumkan penelitiannya yang bisa disebut sebagai awal perkembangan fotografi komersil.

Sejak saat itu, masyarakat banyak menemukan studio foto di Batavia yang kemudian menyebabkan banyak muncul fotografer baik profesional dan amatir yang turut menghasilkan dokumentasi ramainya keragaman etnis di Batavia.

Fotografi masuk ke Indonesia pada masa awal lahirnya teknologi fotografi ketika kamera masih berat dan menggunakan teknologi yang tergolong sederhana. 

Teknologi sederhana ini bisa disaksikan dari hasil kamera yang hanya bisa mengambil gambar yang tidak bergerak. Hal ini juga yang menyebabkan hasil kamera Woodbury dan Page terlihat sepi karena kamera pada waktu itu belum memungkingkan untuk merekam gambar yang bergerak.

Untuk menikmati karya fotografer profesional dan masyarakat awam indonesia yang dihasilkan pada masa awal perkembangan fotografi, bisa dilihat di Museum Sejarah Jakarta. Disana kita bisa melihat foto kota Jakarta pada masa penjajahan Belanda karena teknologi kamera belum sampai masuk ke desa desa seperi saat ini.

Begitulah sedikit artikel mengenai bagaimana sejarah fotografi mulai dari embrio hingga perkembangannya di Indonesia. Semoga bisa membantu kalian untuk memahami bagaimana sebuah proses itu terjadi.

Tinggalkan komentar