Fotografi Makanan; Pengertian, Asal Usul dan Tips Pengambilan Gambarnya

Richardbondphotography.com – Fotografi selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, di beberapa artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas mengenai Pengertian Fotografi, Jenis Jenis Fotografi hingga sejarah fotografi.

Dari beberapa jenis fotografi, yang paling banyak ditekuni saat ini adalah Fotografi Makanan atau Food Photografy. Kita bisa melihat banyak fotografi makanan hampir di seluruh platform sosial media, mulai dari instagram, facebook bahkan ada beberapa tips dan trik cara mengambil gambar untuk fotografi makanan di YouTube.

Pengertian Fotografi Makanan

Fotografi makanan sendiri merupakan sebuah cabang seni pengambilan gambar yang memiliki tujuan untuk mengabadikan berbagai macam bentuk makanan yang di tata sedemikian rupa untuk menonjolkan kelezatan makanan tanpa perlu memberikan narasi untuk penjabarannya.

Untuk Indonesia, masih banyak fotografer makanan yang masih malu malu dalam mengumpulkan hasil jepretannya dan menjadikannya buku, hal ini bisa dilihat dari data penjualan buku buku bertema fotografi makanan yang masih sedikit dan jarang ditemui.

Masuk ke dalam apa sih pengertian dari Fotografi Makanan itu? Secara sederhana, fotografi makanan adalah sebuah teknik memotret makanan agar menjadi lebih menggida. Hal ini sangat perlu diterapkan dalam industri kuliner, seperti pembuat makanan, rumah produksi, hotel, periklanan, kafe dan tempa lain yang menyajikan makanan.

Untuk itu, maka tidak heran jika fotografi makanan memerlukan banyak pihak yang terkaih, mulai dari Chef, Pembuat makanan dan fotografer itu sendiri. Seorang fotografer makanan yang bagus, harus bisa menampilkan dan menonjolkan bagian terbaik dari sebuah makanan. Sehingga orang yang melihat hasilnya akan bisa merasakan kelezatan dari sebuah gambar.

Untuk menampilkan kelezatan ini, perlu pemilihan warna tone yang pas mulai dari platting dan ornamen-ornamen yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar makanan tersebut.

Sejarah Fotografi Makanan

Jika melihat kebelakang, makanan menjadi objek dalam fotografi dimulai pada awal tahun 1800-an, namun lambat laun, motode, peralatan dan gaya pengambilan gambarnya mulai berubah.

Fotografi makanan tidak lepas dari sejarah pelukisan makanan, karena dari sanalah embrio akan lahirnya mengambil sebuah gambar dengan menjadikan makanan sebagai sebuah objek.

Pada tahun 1800-an, para pelukis menggunakan aspek yang menarik dan masih sering digunakan oleh fotografer makanan di era milenial ini seperti efek cahaya, alegori, komposisi, makna dan juga indikator kelas makanan sebagai gaya hidup manusia.

Tips Pengambilan Gambar Fotografi Makanan

Dalam melakukan pengambilan gambar pada makanan, perlu beberapa tips dan trik supaya foto yang diambil terlihat hidup dan lezat. Seperti pengaturan warna dan penyesuaian tata letak yang bisa membuat orang tertarik dan berhenti sejenak untuk merasakan kelezatannya.

Nah, disini saya akan berbagi beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengambil foto makanan, bagaimana saja sih tips dan cara yang diperlukan untuk mengambil sebuah gambar yang menarik perhatian?

Gunakan Sedikit Makanan

Tips pertama yang perlu diperhatikan dalam mengambil foto makanan yaitu, ambil porsi sedikit makanan yang akan difoto. Semakin sedikit porsi yang ditampilkan, maka pengambilan gambar akan semakin menarik.

Kenapa demikian? Karena sedikti porsi akan membawa lebih banyak perhatian kepada audience untuk fokus terhadap porsi yang disajikan. Pertahankan kesan sederhana dalam makanan tersebut agar terlihat menakjubkan.

Gunakan Makanan Ketika Masih Panas

Tips kedua untuk menghasilkan Food Potography yang bagus yaitu menggunakan objek makanan yang masih panas. Namun, untuk yang satu ini, proses pengambilan gambar harus dilakukan denagn cepat karena makanan akan segera dingin jika tidak dilakukan dengan cepat.

Pengambilan gambar ketiak masih panas ini bertujuan untuk mendapatkan tampilan uap yang masih hangat seperti pengambilan gambar soup dan sejenisnya.

Tentu saja pengambilan gambar ini harus didukung dengan alat yang memadai seperti pengatur cahaya atau jika perlu siapkan reflector untuk memberikan cahaya yang pas untuk objek makanan yang kalian ambil\

Matikan Flash Pada Camera

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pastikan flash pada kamera dimatikan terlebih dahulu, Karena untuk makanan, pengambilan gambar dengan cahaya dalam jumlah yang cukup besar akan menghasilkan gambar yang terlihat berminyak akibat pantulan cahaya kamera tersebut.

Point dari tips ini yaitu, atur pencahayaan seminim mungkin dan gunakan pencahayaan alami yang ada disekitar tempat pengambilan gambar.

Gunakan Tripod

Jika kalian memiliki gangguan keseimbangan atau sulit mengambil fokus karena tangan bergetar, maka memanfaatkan Tripod tidak ada salahnya, karena tripod bisa membantu menjaga kamera agar tetap stabil dan tidak goyang ketika melakukan pengambilan gambar.

Selain itu, dengan memanfaatkan tripod, tangan kalian juga bisa dimanfaatkan untuk mengatur makanan sesuka hatti untuk menemukan susunan yang aps

Pertahankan Warna Makanan

Tips lain yang bisa diperhatikan ketika mengambil fotografi makanan adalah warna makanan itu sendiri, jadi sebisa mungkin pertahankan warna asli pada sebuah makanan. Jika dalam fotografi biasa warna yang berlebihan akan terlihat norak, maka untuk fotografi makanan, hal ini tidak menjadi masalah.

Bahkan, sebagai fotografer makanan, kalian harus bisa memadukan setiap warna yang ada pada makanan, bisa juga menyandingkan makanan dengan bahan bahan yang digunakan agar lebih terasa.

Atur Pencahayaan

Dalam beberapa pembahasan, kita tentu sering mendengar bahwa dalam fotografi, Cahaya adalah Raja. Namun, cahaya yang berlebihan akan membuat hasil tidak terlalu bagus, jadi sebagai fotografer, kita perlu paham dan mengerti bagaimana cara mengotrol cahaya itu sendiri.

Salah satu tips yang perlu dipahami yaitu, ketika menggunakan cahaya alami pasti pernah mengalami cahaya jatuh pada objek yang menyebabkan cahaya lebih terang dari objek. Disini, kalian bisa menggunakan black card untuk memblokir cahaya.

Gunakan Angle (Sudut) Berbeda

Tips selanjutnya ketika mengambil foto makanan yaitu, ambil makanan dengan sudut atau angle yang berbeda beda. Karena dari setiap sudut akan memiliki daya tarik tersendiri dalam sebuah makanan.

Jadi, jangan mengambil foto makanan hanya dari atas dengan tampilan meja datar. Kalian juga perlu mengambil sudut lain untuk mendapatkan kualitas foto yang menarik.

Terkadang, ada sudut yang bagus untuk mengambil gambar donat, tapi tidak cocok ketika diterapkan untuk mengambil gambar nasi goreng. Perlu banyak percobaan pengambilan gambar untuk sebuah makanan.

Tampilkan Bahan Dasar Makanan

Tips sederhana namun paling penting ini yaitu, dalam fotografi makanan perlu ditampilkan bahan dasar dari makanan yang disajikan. Seperti ketika menyajikan gambar yogurt dengan rasa jeruk, maka kalian bisa menyandingkan yogurt dengan beberapa buah jeruk asli di sekelilingnya untuk menyampaikan sebuah pesan bahwa yogurt tersebut memiliki rasa jeruk.

Atau jika melakukan pengambilan gambar menu khas sebuah daerah, maka tonjolkan bahan terkuat dan rempah rempah yang digunakan dalam proses pemasakan sebuah makanan.

Nah, itulah sedikit pembasahan fotografi makanan yang perlu kalian ketahui. Perlu eksplorasi dan banyak percobaan untuk dapat memahami angle yang pas pada sebuah makanan. Jadi teruslah berlatih dan jangan jenuh sampai mendapatkan kepuasan pada diri kalian.

Tinggalkan komentar