9 Gaya Fotografi untuk Gambar Portrait, Pilih Favoritmu!

Berbicara mengenai fotografi tentu tidak bisa dilepaskan dari gaya yang digunakan. Terlebih jika objek dalam fotografi tersebut adalah Manusia dan termasuk dalam portrait fotografi. Portrait fotografi adalah sebuah genre dimana manusia menjadi objek utama.

Pengertian Fotografi Portrait

Fotografi portrait banyak dilakukan oleh para pemula, namun tidak terbatas juga masih sering dilakukan oleh profesional. Fotografi portrait berusaha menangkap sisi artistik dari karakter objek yang diambil hingga bisa memunculkan sebuah rasa.

Dengan rasa itu, maka siapapun yang melihat hasil fotografi portrait akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh objek. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar pengambilan gambar fotografi portrait bisa maksimal, diantarnaya yaitu:

Fokus Pada Headroom

Fotografi Portrait harus memperhatikan headroom. Headroom adalah ruang yang tersedia di antara bagian pinggir frame dan bagian atas kepala subjek. jadi, usahakan supaya ruang yang kosong di atas kepala tidak telalu banyak sehingga bisa menghasilkan foto yang pas dan jepretan yang menarik.

Jika ketika sudah mendapatkan foto masih ada ruang yang dirasa berlebihan bisa di crop sedikit. Atau cara lain yang bisa dilakukan yaitu berjalan lebih dekat ke arah objek yang sedang diambil gambarnya atau menggunakan lensa Zoom ini

Fokus Pada Mata Objek

Tips lain yang bisa kamu gunakan yaitu fokus pada mata. Kenapa? Karena mampu bercerita lebih banyak daripada kata dan mampu memperlihatkan suasana hari seseorang. Fokus pada mata ini bisa diimplementasikan dengan menyuruh objek melihat secara langsung kepada kamera, atau juga ke arah lain dengan serius. Pengambilan gambar harus dilakukan secara full frame, ikuti rule of third dimana posisi mata objek berada pada sepertiga bagian frame.

Perhatikan Cahaya

Sama seperti teknik fotografi lainnya, cahaya merupakan komponen penting yang tidak bisa dihindarkan. Untuk itu, ketika melakukan fotografi portrait, pastikan kamu memiliki cahaya, entah itu cahaya murni seperti matahari ataupun cahaya buatan seperti lighting set. Teknik yang digunakan dalam gaya fotografi portrait biasanya adalah high key lighting (kontras cahaya terang), low key lighting (kontras cahaya redup), split lighting (menonjolkan pencahayaan dari satu sisi) dan juga butterfly lighting (menonjolkan sisi kecantikan objek).

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Gaya Fotografi untuk pengambilan gambar Portrait, mulai dari yang biasa digunakan sehingga membutuhkan skill khusus untuk melakukannya, apa sajakah itu?

Pilihan Gaya Fotografi Portrait

Klasik Portrait

Gaya Portrait Klasik adalah sebuah gaya foto tradisional dimana sebuah foto di dominasi oleh wajah model. Gaya fotografi seperti ini dilakukan untuk bisa menangkap karakter dari orang yang diambil gambarnya secara visual. Biasanya, objek akan disuruh melihat secara lurus kepada kamera secara langsung. Gaya ini biasanya menggunakan framing headshot, dua pertiga atau full body.

Portrait Environmental

Gaya kedua bisa menggunakan gaya portrait environmental, gaya ini lebih menekankan objek foto dan tempat dimana dia biasa beraktivitas. Sebagai contoh, pekerja bangunan di tempat konstruksi, guru yang sedang mengajar di dalam kelas, tukang patung di dalam studio, dan fotografer di studio foto. Jadi, lingkungan sekitar manusia dimanfaatkan untuk bisa menonjolkan karakter seseorang. Fotografer juga memiliki peran untuk bisa mengatur setting dan pose objeknya.

Portrait Candid

Gaya fotografi selanjutnya yaitu Portrait Candid, fotografi ini biasanya mengambil objek manusia tanpa sepengetahuan mereka. Portrait Candid banyak digunakan dalam foto jurnalisme, travel photography, fotografi jalanan dan juga event fotografi. Berbeda dengan Environmental yang harus menunjukkan objek dan lingkungan dengan pose tertentu, Portrait Candid harus dilakukan secara spondan dan tidak diatur.

Portrait Glamour

Selanjutnya ada glamour portrait, dimana gaya ini menggunakan model dengan memunculkan sisi mewah dan daya tarik yang dimiliki. Portrait Glamour biasanya dilakukan dengan Lighting yang memukau dan model yang memiliki paras sempurna.

Portrait Lifestyle

Gaya fotografi Lifestyle banyak digunakan untuk bisa mengabadikan gaya hidup sebuah objek. Pada penerapan teknisnya, fotografi ini merupakan gabungan dari Environmental Portrait dan juga Candid Portrait dengan lebih menekankan kepada bagaimana seorang fotografer bisa menyampaikan ‘rasa’ dan ‘suasana’ dalam kehidupan objek. Gaya fotro Portrait biasnaya digunakan untuk kolom Editorial, fashion, farmasi ataupun industri makanan dimana hasil gambarnya digunakan untuk menarik perhatian orang yang melihatnya sehingga tertarik untuk mencoba gaya hidup seperti yang ditampilkan dalam foto. Namun, saat ini, Portrait Lifestyle juga biasa digunakan dalam foto pernikahan dan juga keluarga.

Portrait Surreal

Gaya lain yang bisa digunakan seorang fotografer untuk mengambil foto portrait adalah Surreal. Gaya fotografi ini dikreasikan untuk bisa menangkap objek dalam realitas yang berbeda. Sebagai contoh yaitu penggambaran alam bawah sadar dari orang yang dijadikan objek fotografi. Gaya fotografi Surrealis sendiri pertama kali diterapkan pada sekitar tahun 1920-an dan masih terus dipraktekkan hingga saat ini. Penerapan dalam dunia fotografi biasanya dlakukan pada teknik pengolahan gambar, seperti dilakukannya olah dan efek digirtal untuk bisa menghasilkan sebuah karya surreal.

Portrait Conceptual

Selanjutnya ada portrait conceptual dimana jenis foto ini menambahkan sebuah konsep sebagai dimensi keempat. Konsep yang ditampilkan dalam sebuah objek, biasanya bersifat tersembunyi sehingga dapat diinterpretasikan secara bebas oleh siapapun yang melihatnya. Gaya konseptual banyak ditemukan dalam iklan di media.

Portrait Abstrak

Portret lain yang bisa digunakan yaitu portrait abstrak, potret abstrak ditampilkan sebagai sebuah karya seni yang diolah secara digital atau bahkan ditumpuk sedemikian rupa untuk menciptakan keindahan seperti sebuah kolase.

Perbedaan Fotografi Model dan Portrait

Saat ini fotografi model sedang booming dan banyak digunakan, lalu apa dong perbedaan antara fotografi model dan fotografi portrait? Perbedaan yang paling terlihat adalah fotografi portrait lebih membuat sebuah gambar yang ekspresif sementara fotografi model adalah mengambil gambar yang di dalamnya terdapat sebuah model. Fotografi model juga biasa digabungkan dengan fotografi lain, seperti fotografi landscape. 

Fotografi model mengharuskan model untuk bisa berpose untuk memudahkan fotografer mendapatkan foto yang bagus. Sementara fotografi portrait, tidak harus menggunakan model, melainkan lebih general. Siapapun bisa diambil gambarnya untuk fotografi portrait.

Nah, itulah pembahasan hari ini mengenai Fotografi Portrait, mulai dari pengertian fotografi portrait, tips dan hal yang perlu diperhatikan ketika mengambil gambar, jenis jenis fotografi portrait dan yang terakhir perbedaannya dengan fotografi model.

Beberapa hal yang disebutkan diatas tentu bisa dipelajari dengan mudah jika terus melakukan latihan. Untuk fotografer pemula, perlu juga menambah wawasan dari literatur terkait fotografi untuk bisa belajar dari senior.

Jika ada hal yang dirasa kurang ataupun perlu pertanyaan mengenai artikel ini, jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar. Baca juga artikel lain mengenai fotografi di website ini, karena akan di update secara berkala.

Tinggalkan komentar